Date: 12/10/2009
Apakah cinta itu
Aku memandang nyalang, pada manusia lalu lalang Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan Kata cinta m enguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan Tak mengerti dan terus bertanya : Apakah segalon cinta lebih manis ketimbang sececap cita ? Dan apakah bahagia terwujudi harus dengan dimiliki? Dan apakah seorang pangeran hanya dapat menjadi raja, Pabila mempersandingkan permaisuri di sisinya? Dan tanya itu menggiringku masuk ke dalam labirin tua Lorong pekat penuh lembap yang dindingnya berkeropeng dusta Penuh tipu daya, tiap simpangannya menyesatkan pengelana Aku ikuti setitik cahya, dan kulihat jawab di ujungnya Aku bertanya lantang, AcaAWahai, apakah itu cinta ?AcaA Kulihat sepasang muda-mudi bergelayutan mesra Sang gadis tertawa mengikik, sang pemuda menggeliat laknat Sahutnya, cinta adalah hari ini Yang tergantikan segera oleh hari esok Dia adalah kesenangan yang berkelindan selalu Birahi yang terpuaskan, nikmat yang berseliweran Aku tercenung, dan terus termenung Jika cinta adalah pesta pora , lalu apa arti cerita Majnun Cinta baginya adalah kisaran derita Tetapi Majnun hanya tahu itu cinta , walau dia buta Oh, betapa takdir cintanya berakhir nestapa Aku berpaling dari mereka yang mencemooh nakal Lalu aku pergi menuju ujung lain lorong teka- teki Kuikuti suara-suara merdu, tawa, dan musik syahdu Walau gelap pekat, suara itu menuntunku pasti Dan akhirnya kulihat panggung megah berdiri kokoh Dipenuhi penyair dan pujangga sepanjang masa Dadaku serasa bergolak, aku menyeruak dan berteriak, AcaAWahai apakah itu cinta ?AcaA Seorang pujangga menoleh, berdiri, dan menjawab panggilanku lalu mulai bersyair, Cinta adalah roman tanpa batas Inspirasi yang takkan mati; Api yang takkan padam Yang geloranya membuatmu remuk redam.
Blogs
Main